SEJIND X - BAB I Ujikom 1 - Sebelum Mengenal Tulisan

SEJIND X - BAB I Ujikom 1 - Sebelum Mengenal Tulisan




Mengapa istilah pra-aksara lebih tepat dibandingkan dengan istilah prasejarah untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan?

Karena secara arti bahasa pra-aksara memang lebih tepat, pra berarti sebelum dan aksara berarti tulisan. Sangat cocok untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Sebaliknya pra-sejarah memiliki arti bahasa yang kurang sesuai, pra berarti sebelum dan sejarah berarti sejarah/kehidupan, yang di jika dirangkai kurang sesuai untuk mengartikan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan.


Secara metodologis bagaimana kita dapat mengetahui kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan?

kita dapat mengetahui dengan meneliti dan mengkaji sisa-sisa kehidupan (penemuan) purbakala seperti fosil, artefak, lukisan di goa, dan lainnya.


Mesir mengakhiri zaman pra-aksara sekitar tahun 3000 SM, tetapi di Indonesia baru abad ke-5 M. Mengapa demikian?

Karena pada dasarnya setiap daerah memiliki kebudayaan dan kehidupan masing-masing yang berbeda dari satu dan lainnya. Setiap manusia di daerah tersebut juga memiliki pengetahuan dan kecerdasan yang berbeda. Itu yang menyebabkan perbedaan meninggalkan zaman pra-aksara dari suatu daerah, dalam hal ini Mesir dan Indonesia.


Apa saja pelajaran yang dapat kita peroleh dari belajar kehidupan pada zaman pra-aksara?

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari belajar kehidupan zaman pra-aksara. Salah satunya kita dapat memahami/mengetahui bagaimana kehidupan dan kebudayaan berkembang pada masa itu, bagaimana mereka (manusia) purba bertahan hidup, penemuan-penemuan yang manusia purba ciptakan. Dan tentunya kita dapat bersyukur karena kita hidup di masa sejarah. 

Sumber : Orisinil Admin.

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel