10 Kekalahan dan Kesalahan Hitler Dalam Perang Dunia Kedua

10 Kekalahan dan Kesalahan Hitler Dalam Perang Dunia Kedua



Tokoh pemain kunci dalam perang dunia kedua salah satunya adalah Adolf Hitler, dimana dia merupakan tokoh yang menyebabkan Jerman membuka perang dengan negara - negara di benua Eropa, front perang di barat dan timur sewaktu terjadi perang dunia kedua.

Pada perang dunia kedua terjadi pada tahun 1939 - 1945 dimana negara Jerman merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat dunia, bayangkan untuk mengalahkan negara Belanda hanya cukup 5 hari saja Jerman mampu menduduki wilayah yang dikuasi oleh ratu Wilhelma.

Beberapa ahli sejarah dunia menyimpulkan bahwa jika Jerman menang dalam perang dunia kedua, maka dunia tidak akan seperti ini dan mungkin akan seperti sesuatu yang menghasilkan peradaban baru atau era neo nazionalisme dunia dan bahasa Inggris tidak lagi menjadi bahasa utama dunia.

Indonesia juga tidak akan didengar atau dikenal oleh orang karena sewaktu perang dunia kedua, bangsa Indonesia masih dibawah kekuasaan Nipon Jepang, dan tidak tahu lagi bagaimana bentuk dunia dan peradaban yang akan terjadi jika Hitler mencengkram dunia.

10 Kesalahan Hitler dalam perang dunia kedua



1. Katakan Maju atau Mundur dengan Mati


Dokrin tentang pasukan Jerman yang di tanamkan oleh militer Jerman untuk tidak gentar maju di garis terdepan musuh merupakan suatu keharusan dan intruksi yang tidak bisa dilanggar, sehingga banyak pasukan Jerman yang patuh dan tidak gentar dengan musuh walaupun banyak korban berjatuhan di garis depan medan pertempuran Jerman.

Kepatuhan tersebut terkadang konyol dalam pertempuran karena ahli strategi perang dunia yaitu Sun Tzu atau Sun Wu memberikan instruksi jika suatu pertempuran mengharuskan untuk mundur pasukan, maka lakukanlah dan ubah cara bertempur itu dengan membawa lebih banyak pasukan dan kekuatan untuk kembali bertempur lagi agar bisa menang.

Namun strategi perang tersebut tidak berlaku lagi jika Hitler yang berkomando kepada pasukannya untuk tetap maju atau mundur dengan ditembak oleh petinggi militer Jerman yang ada dibelakang, sehingga keharusan tersebut membuat pasukan Jerman harus rela mati di garis depan musuh.

Kebijakan tersebut membuat banyak pasukan Jerman kehilangan nyawa, menurut Hitler dalam kondisi perang sehebat apapun dan dalam kondisi apapun baik sakit, sekarat atau luka - luka pasukan Jerman harus tetap bertahan dan bertempur sampai titik darah penghabisan.

2. UnderEstimed / Meragukan Kemampuan Jenderal


Pada perang dunia kedua strategi Marsekal Rundsted berhasil menguasai Perancis dengan strategi gerilya blitzkrieg atau serangan kilat dan berhasil menyapu pasukan Perancis yang dibantu Inggris dan beberapa pasukan sekutu lainnya dengan perang cepat menggunakan mobile power.

Dalam perang blitzkrieg pasukan Jerman membagi pasukan Jerman menjadi 2 group yaitu grup A yang berperang di perbatasan Perancis yaitu di Dunkrik, sedangkan grup B melaju dengan cepat menuju hutan Aden dan memotong pasukan sekutu di tengah Perancis.

Sekutu pada awalnya mengira bahwa serangan poros Jerman hanya terpaku di Grup A sehingga pasukan Perancis lebih berkonsentrasi untuk perang di Dunkrik, namun hal tersebut membuat sekutu kelabakan dengan serangan dari selatan dimana pasukan Jerman mampu membuat serangan blitzkreig.

Dengan cepat serangan blitzkreig menggulung barisan belakang tentara Perancis yang awalnya garis pertahanan maginot line diklaim Perancis sebagai garis yang tidak bisa ditembus oleh musuh.

Sebelum sekutu menyadari bahwa ternyata serangan Jerman yang paling kuat ada di grup B sehingga sekutu menjadi kelabakan dan kaget serangan cepat tersebut membuat garis pertahanan Perancis kocar - kacir.

Setelah pasukan grup B Jerman berhasil merangsek dan memotong suplay pasukan dan makanan dari arah selatan hutan Andes. Akhirnya kemenangan di peroleh Jerman dan Perancis kalah total.

Ambisi untuk menyerang Inggris dipatahkan oleh Jenderal Jerman yang brilian dengan alasan angkatan laut Jerman tidak mampu untuk bertarung di lautan jika Jerman melakukan invasi dengan Inggris.

Statemen tersebut membuat Hitler tidak puas dengan pendapat para Jenderalnya dan memandang Jenderal Jerman kurang cakap. Banyak Jenderal Jerman yang dicopot saat perang dengan Rusia.

Hitler sering membuat keputusan sendiri tanpa ikut campur para Jenderalnya dimana beresiko fatal dalam mengambil keputusan dan terbukti membawa kekalahan Jerman seiring berjalannya waktu dalam perang dunia kedua.


3. Membiarkan 300.000 pasukan sekutu menyeberang dari Perancis ke Inggris


Aneh tapi nyata, saat terjadi perang dengan Perancis, dimana pasukan sekutu sudah terdesak kalah dan tinggal menunggu waktu pasukan sekutu di Dunkrik untuk di habisi, namun Hitler mengambil keputusan cepat dan darurat bahwa pasukan sekutu di Dunkrik dibiarkan hidup dan perangpun dihentikan.

Alasan dihentikan perang adalah alasan pengampunan Jerman kepada Inggris dan Perancis agar mereka mau berdamai dan alasan lainnya mereka masih satu ras dengan bangsa Jerman.

Keputusan konyol tersebut membuat pasukan sekutu di Dunkrik yang berjumlah 300.000 lebih pasukan sekutu menyeberang dengan selamat dengan bantuan kapal nelayan Inggris dan kapal perang sekutu untuk mengangkut ratusan ribu pasukan sekutu ke Inggris.

Sebelumnya keputusan penghentian perang di tentang oleh para Jenderalnya, namun keputusan bulat Hitler tidak dapat diganggu gugat dan terbukti dalam jalannya perang pasukan sekutu yang berjumlah 300.000 lebih tersebut menjadi bumerang bagi Jerman dalam memenangkan perang di front timur dan barat.


4. Menghabisi 2/3 Yahudi

Hitler yang anti ras dengan Yahudi dan menganggap bahwa Yahudi adalah biang terjadinya krisis dan kekalahan Jerman selama perang dunia. 

Kesalahan Hitler adalah membunuh 2/3 populasi Yahudi atau 600.000 Yahudi di Jerman dan negara lainnya serta menyisakan 1/3 bangsa Yahudi agar mereka tahu bahwa Yahudi adalah pembuat keonaran dan kekacauan dunia.

Dalam buku Meinkampf atau buku perjuanganku yang ditulis oleh Hitler sendiri, mengatakan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang membuat kehancuran dan kekalahan bangsa Jerman dan dunia, maka bangsa Yahudi harus dilenyapkan dan sisanya dikirim ke negara asalnya yaitu Madagaskar.

"Dan saya sisakan sedikit bangsa Yahudi, supaya kalian ingat bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pembuat keonaran dan kekacauan dunia". Dalam buku Mein kampf.

Bangsa Yahudi yang tersisihkan di Jerman dibuatkan tempat untuk holocoust yaitu pembantaian massal bangsa Yahudi. Sebenarnya kenapa tidak disuruh berperang di garis depan Jerman saja padahal tenaga mereka cocok untuk menguatkan garis pertahanan Jerman di front depan saat perang.


5. Jerman Salah Berkawan dan Kalah di Keroyok Musuh


Jerman merupakan negara dengan pasukan terkuat dunia saat itu, namun untuk memenangkan banyak perang, Jerman harus mencari kawan yang tangguh untuk back up agar musuh tidak mengeroyok Jerman sendirian di saat perang.

Bergabungnya Italia, Hongaria dan Rumania tidak memberikan manfaat yang berarti untuk Jerman, sebab mereka secara militer lemah dan terkadang membuat Jerman kerepotan saat harus membuat banyak front perang di mana - mana.

Seharusnya Jerman sudah menyerang Rusia dalam 2 minggu, namun rencana tersebut harus berhenti dan membantu kawan yaitu Italia dalam memenangkan perang melawan Yunani dan Yugoslavia, dimana Italia tidak dapat memenangkan perang melawan Yunani.

Setelah Jerman membantu Italia di Yunani, pasukan Yunani dan Yugoslavia dapat ditaklukkan, tapi hal tersebut sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran dalam rencana perang melawan Rusia.

Negara Hongaria, Rumania dan Italia adalah negara lemah yang merepotkan dan tidak bisa diandalkan saat terjadi perang dunia kedua, hasilnya Jerman harus mempertahankan kawan - kawannya saat invasi besar - besaran di Italia oleh sekutu.


6. Underestimed dengan Musim Dingin Yang Ganas di Rusia


Musim dingin di Rusia tidak diperhitungkan dalam perang oleh Hitler, dimana musim dingin di Rusia termasuk musim dingin yang paling ganas dan mematikan.

Banyaknya pasukan yang kedinginan tanpa baju yang sesuai dengan pakaian perang musim dingin, membuat pasukan Jerman kedinginan, sakit dan tidak tahan dengan terpaan udara yang ekstrim tersebut.


7. Keadaan Alam Yang Tidak Mendukung

Keadaan alam di Rusia tidak mendukung untuk teknik blitzkreig dimana banyak kubangan lumpur jika musim hujan tiba, jalan yang tidak beraspal dan rata melengkapi penderitaan pasukan Jerman untuk menyerang Rusia.

Sehingga banyak tank, kendaraan lapis baja lainnya terjebak tidak bisa jalan dan harus melawan kerasnya lumpur untuk memindahkan alat berat tersebut.

Rata - rata kalahnya pasukan Jerman bukan karena peluru namun karena rusak dan terjebak dalam lumpur alat beratnya dan kondisi alam yang berbeda dengan front barat dimana jalan banyak yang aspal dan nyaman dilalui alat berat.


8. Meremehkan Kekuatan Negara Amerika Serikat

Awalnya Amerika Serikat enggan untuk meladeni Jerman di perang Eropa dan masyarakat Amerika mayoritas menolak untuk ikut campur Amerika dalam perang dunia kedua.

Namun gara - gara tragedi ditenggelamkan kapal Amerika oleh U-Boat atau kapal selam Jerman dan menewaskan ribuan warga Amerika Serikat dan Inggris, membuat Amerika geram dan angkat senjata melawan Jerman.

Menerima jawaban tersebut Jerman malah mengajak Amerika untuk duel di perang dunia kedua, Hitler tidak menyadari produksi senjata Amerika serikat lebih banyak daripada negara Jerman kala itu.

Produksi senjata Jerman mengalami penurunan setelah banyak pabrik - pabrik senjata di bom oleh sekutu sehingga produksi senjata masal terganggu dan di Amerika serikat produksi senjata perang tidak ada gangguan sehingga sekutu kebanjiran senjata perang.


9. Keputusan Hitler Tanpa Perhitungan Yang Matang

Hitler memang sosok orang yang tidak mau diintervensi dan keras kepala, kekalahan Jerman dalam perang dunia kedua adalah membuka banyak front perang bersama - sama, dimana front barat masih belum stabil dan masih bergejolak, front timur yang memakan banyak korban dan front selatan yang masih belum terkendali membuat Hitler banyak membuat kesalahan manajerial strategi perang.

Keputusan perang tersebut sebenarnya sudah di tentang oleh banyak Jenderal Jerman dan menteri - menteri bahwa blue print ekonomi Jerman akan merosot tajam kearah kejatuhan ekonomi, namun hal tersebut dihiraukan Hitler dengan membuat banyak front perang, maka banyak tenaga, waktu, pikiran, modal amunisi, alat berat perang yang terbuang sia-sia dan membuat kerepotan Jerman jika perang bersama-sama dalam waktu yang sama dan dimana- mana.

Hitler merupakan seseorang yang egois dan underestimed serta tidak mau mendengarkan saran terbaik dari kolega dan punggawanya sehingga kekalahan demi kekalahan terjadi karena keputusannya sendiri yang tidak di pikirkan dengan matang baik resiko dan efek yang terjadi.


10. Teknologi Senjata Yang Lambat diproduksi

Gagalnya produksi senjata serbu STG 44 atau assault riffel Jerman, ide tersebut sebenarnya milik Albert Einsten dan pernah diuji coba dan berhasil, namun Hitler menolak dengan alasan bahwa senjata tersebut tidak cocok digunakan karena berat dan membebani pasukan Jerman.

Senjata STG 44 adalah senjata yang mempunyai jarak efektif sejauh 300 meter ketika otomatis di setel dan kurang lebih 600 meter ketika mode semi otomatis disetel. Jarak yang terbilang cukup baik dibandingkan dengan senapan lain seperti Mauser 98K.

Dimana senjata Mauser 98K banyak digunakan pasukan Jerman di front depan dan kalah oleh sniper Rusia. Namun sayang Hitler tidak mengijinkan produksi masal karena berat dan berbiaya besar, jika Hitler menggunakan jenis senjata itu bisa mengubah jalannya permainan perang dunia kedua.

Hitler juga menyia - nyiakan kesempatan dengan pemakaian pesawat tempur jet ME-262 yang mana bisa memperkuat supremasi udara tentara Jerman.

Pada perang dunia kedua negara pertama yang telah berhasil menguji coba bom atom adalah Jerman, namun karena di sabotase oleh sekutu di Norwegia proyek tersebut tidak jalan dan molor, sehingga hasil dari blue print senjata tersebut malah digunakan oleh sekutu dalam membuat bom atom.

Penemuan teknologi nuklir yang kemudian digunakan untuk pembuatan senjata nuklir juga pertama kali ditemukan oleh Jerman lewat fisikawan Jerman, Leo Szilard.

Bom atom pertama dilakukan uji coba pertama di gurun New Mexico, pada bulan Juli tahun 1945 dan berhasil meledak, bom tersebut sebenarnya blue print dari laboratorium Jerman yang di sabotase oleh sekutu sewaktu di uji coba di Norwegia.

Namun penggunaan bom atom tersebut digunakan setelah Jerman kalah dan dijatuhkan ke Jepang pada 6 Agustus dan 8 AGustus 1945.


Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel