Bahasa dan Komunikasi Dalam Menjalin Hubungan Sosial

Bahasa dan Komunikasi Dalam Menjalin Hubungan Sosial




Bahasa dan Komunikasi


Definisi Bahasa dan Komunikasi

Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan gerakan. Kajian ilmiah bahasa disebut ilmu linguistik. (wikipedia).

Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi, dari seorang ke orang lain (Handoko 2002 : 30).

Penjelasan Bahasa dan Ilmu Komunikasi

Dalam ilmu bahasa dan komunikasi manusia mempunyai peranan penting dalam menjalin hubungan sosial dari satu manusia ke manusia yang lain, dimana fungsi bahasa dan komunikasi adalah untuk mengenal, mengetahui, menjalin rasa, menjalin keakraban, berhubungan sosial dan sebagai identitas suatu bangsa.

Dalam ilmu lingusitik yang dipelajari dalam ilmu komunikasi, bahwa terdapat kurang lebih 7000 bahasa dunia dengan bentuk pitutur dan komunikasi yang berbeda, dimana setiap hari dipituturkan atau diucapkan antara manusia satu dengan manusia yang lain menggunakan bahasa yang mereka kuasai.

Bahasa manusia telah mengalami evolusi dan berubah dari induk bahasa satu dan mengalami perubahan besar dengan berubahnya jaman dimana bentuk fonem bahasa dan komunikasi dalam bentuk verbal dan isyarat telah mengubah wajah bahasa dunia.

Bahasa dan komunikasi erat kaitannya dalam menyampaikan ide, gagasan dan informasi dimana dipadukan dengan kata dan gerakan yang memberikan kesamaan kata sehingga pembicara dan pendengar mudah dalam menjalin hubungan sosial dan keakraban.

Dalam penyampaian bahasa manusia harus bisa berbicara dengan banyak orang yang berbeda strata yaitu berbeda umur, tingkat pendidikan, pengalaman dan kepribadian dimana bahasa merupakan alat untuk menjalin hubungan sosial.


Kegagalan Semantik Komunikasi

a. Kata terlalu susah dimengerti oleh komunikan.
b. Perbedaan arti denotatif kata, contoh bisa = dapat, bisa = racun.
c. Pola kalimat membingungkan penerima pesan.
d. Pola rangkaian pesan membingungkan.
e. Perbedaan budaya antara penerima pesan dan pengirim.

Aspek yang mengakibatkan kegagalan Komunikasi

1. Perbedaan persepsi.
2. Permasalahan bahasa, tidak mengerti bahasa lain.
3. Kurang mendengarkan.
4. Perbedaan emosional.
5. Perbedaan latar belakang budaya, agama, politik, umur, adat istiadat

    Perbedaan Persepsi

    Banyak orang yang salah paham dan gagal dalam berhubungan sosial disebabkan karena aspek diatas dimana bahasa yang tidak dimengerti oleh seseorang akan mengakibatkan hilangnya arus informasi dan gagalnya persepsi atau paham arti dari bahasa yang ditulis atau diucapkan.

    Permasalahan Bahasa, Tidak Mengerti Bahasa Lain

    Mengenai bahasa yang ditulis dan diucapkan oleh seseorang yang berbeda bahasa namun kita sedikit mengerti, maka terkadang ada hambatan lain yang membuat kita tidak paham, contoh kata bisa yang berarti dapat, namun kata bisa dalam konotasi lain berarti racun.

    Bahasa terkadang membingungkan bagi seseorang disebabkan karena bentuk bahasa tersebut tidak formal bagi penerimanya, seperti kata bisnis dalam hubungan sosial adalah menjalin hubungan kerjasama usaha, namun dalam kata lain bisnis adalah urusan pribadi.

    Kurang Mendengarkan

    Aspek yang membuat seseorang penerima bahasa menjadi bingung jika dia tidak memahami persepsi bahasa dimana isyarat dan ucapan sesuatu hal yang penting dalam tanda kutip bahwa bahasa tersebut seharusnya dimengerti oleh penerima yang paham dengan bahasa, namun informasi komunikasi tersebut berubah menjadi lain.

    Misalnya:
    Orang itu hanya cari muka supaya dia dapat mengambil hati majikannya, sehingga dia dikenal dekat "akrab" dengan majikannya.

    Tanda petik diatas merupakan bentuk bahasa isyarat atau suatu bentuk persepsi dimana seseorang penerima bahasa harus memahami bahwa akrab disini bukan familiar atau dikenal namun sebagai bentuk persepsi dari bahasa isyarat untuk seseorang yang suka menjadi penjilat.

    Perbedaan Emosional

    Sedangkan bentuk persepsi bahasa lain adalah menggunakan emosional dimana bentuk penekanan kata pada emosi seseorang menunjukkan suatu suasana hati dan informasi yang akan dibahasakan.

    Contoh:

    1. Mohon maaf, ini buku saya jangan diinjak. (bahasa sopan)
    2. Kenapa kamu injak buku saya ?  (dengan nada keras dan menghentak, ditambah ekspresi muka masam)  berarti bahasa marah karena kepunyaannya atau privasinya diganggu oleh orang lain.

      Kedua kalimat diatas sebenarnya sama, namun penekanan ekspresi suara dan bahasa ditambah komunikasi persepsi yang berbeda akan menimbulkan penerima bahasa menjadi berbeda dalam mengartikan persepsi bahasa itu.

      Sehingga ekspresi yang pertama dari contoh diatas, orang akan menjadi segan dan sopan karena bentuk persepsinya halus. Sedangkan ekspresi yang kedua dari contoh diatas orang juga akan emosional karena persepsinya keras dan kasar.

      Perbedaan latar belakang budaya, agama, politik, umur, adat istiadat

      Perbedaan budaya, agama, politik, pendidikan, umur, daerah, ras dan golongan dalam manusia juga akan mengalami hambatan bahasa jika seseorang yang berbahasa tidak menggunakan komunikasi yang jelas dan dapat dimengerti dengan kondisi tertentu.

      Jika kita berbicara dengan klien yang berbeda bahasa, ras, agama, umur, pendidikan dari negara lain, maka Anda harus menggunakan bahasa formal sederhana dimana komunikasi akan terjalin jika diantara keduanya memahami bahasa dan komunikasi setempat.

      Contoh Komunikasi dan Bahasa Yang Baik


      Contoh komunikasi untuk klien bisnis

      Katakan secara formal dan teoritis jika kita ada bisnis dari klien di negara asing, dengan bahasa yang mudah dan dipahami keduanya,

      Misalnya: Saya akan mengerjakan proyek apartemen itu dalam 2 tahun dengan budget 15 milyar rupiah, bagaimana apakah bapak bisa membantu ?

      Kegagalan bahasa dan komunikasi akan terjadi jika yang diajak komunikasi adalah anak dibawah umur dan tidak mengerti proyek sehingga, kita harus mengkondisikan keadaan dimana anak kecil juga paham dengan proyek itu.

      Contoh komunikasi untuk anak kecil

      1. Bapak mau membangun apartemen ini untuk kamu nanti, nak. Komunikasi bahasa benar.

      2. Bapak mau membangun apartemen dengan budget 15 milyar selama 2 tahun dan kamu nanti yang jadi pengawas ya, nak. (sedangkan anak dibawah umur 10 tahun).

      Anak bingung karena bahasa tersebut terlalu formal dan tidak dimengerti oleh anak, sehingga komunikasi bahasa gagal.

      Anak kecil tidak akan mengerti bahasa yang teoritis dan formal karena latar belakang pendidikan, umur dan politik tidak seimbang dengan gaya bahasa Anda.

      Kesimpulan, bahasa yang mudah dimengerti dalam hubungan sosial sangat dipengaruhi oleh gaya komunikasi, persepsi, emosional dan latar belakang tertentu dalam menjalin hubungan sosial yang baik dan benar.

      DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.