Sejarah Jalur Sutra dan Peradaban Kuno





Jalur Sutra atau Silk Road


Jalur sutra merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan para pedagang di belahan bumi timur dan barat benua Asia, Eropa dan bangsa Romawi, Perisa, India dan Arab berkelana mencari sutra dari Cina.

Terkenal dengan nama jalur sutra karena pedagang, pengelana, biarawan, prajurit dan orang yang suka berpindah tempat atau dikenal dengan nama nomaden menyusuri jalan setapak yang ramai dikala itu dengan menjual barang-barang dari daerah barat dan daerah timur.

Jalur sutra (silk road) menghubungkan negara Cina dengan dunia barat dimana sutera dari Cina sangat terkenal sebagai komoditas berharga di waktu itu sehingga banyak pedagang dari barat yang mencari sutra itu ke negara Cina.

Istilah jalur sutra pertama kali nama itu di perkenalkan oleh seorang geografer Jerman yang bernama Ferdinand von Richthofen pada abad ke-19.

Sebab para pedagang yang menginkan barang dagangan yang terbanyak adalah sutra dari Cina dimana komoditas tersebut paling banyak peminatnya.

Menurut sejarah jalur sutra di buka dan dipelihara oleh dinasti Han 202 SM-220 M, menurut catatan di jalur sutra bahwa sutra dari Cina sebenarnya digunakan untuk keperluan dalam negaranya.

Namun karena jumlah komoditas sutra tersebut melebihi kapasitas produksi dalam negeri, maka sutra dijual ke negara barat oleh para pedagang dan mereka menyukainya.

Pembagian Jalur Sutra

Jalur sutra dibagi menjadi 2 rute utama yaitu:

1. Cina Utara : dimulai dari kota Chang-an membentang sampai Bulgar-Kipchak ke Eropa Timur dan Semenanjung Crimea, dan dari sana menuju ke Laut Hitam, Laut Marmara, dan Balkan ke Venezia.

2. Cina Selatan : dimulai dari kota Chang-an membentang sampai Turkestan-Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, dan kemudian ke Antiokia di Selatan Anatolia menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara.

Pertukaran Budaya


Para pedagang dari daerah barat sangat tertarik dengan sutra karena hasil tenun pakaian sutra sangat lembut dan indah sehingga banyak berdatangan bangsa-bangsa dari Persia, Romawi, India dan Asia tengah berkunjung ke Cina dengan memanfaatkan jalur sutra.

Akibatnya terjadilah pertukaran kebudayaan antara Cina, Persia, Arab, India dan Asia Tengah dan menjadikan jalur tersebut ramai dengan kunjungan walaupun jalur tersebut sangat panjang dan sebagian besar dengan kondisi tandus dan bergurun.

Jalur sutra mempunyai panjang kurang lebih 7000 km dimana membentang dari kota Chang-an di Cina membentang kearah barat sampai di kota Antiokhia, di Suriah. 

Menurut wikipedia pertukaran kebudayaan ini sangat penting tidak hanya untuk pengembangan kebudayaan Cina, India dan Roma namun juga merupakan dasar dari dunia modern. 

Perampokan dan Pengamanan


Para pedagang di waktu itu sangat rentan sekali dengan pembajakan dan perampokan di jalur sutra, sehingga para pedagang dari beberapa negara menemani pedagang dengan pasukan khusus agar mereka tidak di usik oleh gerembolan pembajak dan penyamun.

Pasukan pengamanan dari beberapa negara seperti Persia, Romawi, India dan China semakin lama semakin menjadi banyak dengan membawa unta, kuda, keledai dan chart khusus supaya mereka dapat mengangkut hasil dagangan dan dijual kembali di negaranya masing-masing.

Perjalanan di jalur sutra memang sangat berbahaya jika tidak di dampingi oleh pasukan pengamanan khusus, para pedagang sering diserang oleh suku-suku di Asia Tengah dimana mereka merampas dan merampok komoditi yang dibawa pedagang dan seringkali perampok membunuh dengan sadis.

Mendengar berita tersebut pemerintah Cina di waktu itu, dibawah dinasti Han membuka pos keamanan sampai daerah Asia Tengah pada tahun 135 SM-90 SM dengan tujuan supaya para pedagang aman dan tidak diusik dan dirampok oleh suku-suku Asia Tengah.

Diutuslah Jenderal Zhang Qian atau disebut dengan Chan Chien ke daerah barat dan membuka pos pengamanan dengan mendirikan pos pertahanan sampai batas daerah di Asia Tengah.

Aliansi Antar Negara Dagang


Rute jalur sutra tumbuh dengan pesat dengan bergabungnya aliansi kekaisaran Romawi yang tertarik dan minat berdagang dengan negara Cina dengan pemberian hadiah berupa kain tenun sutra yang indah kepada pemerintah Romawi yang ada di Antiokhia, Suriah.

Disamping itu juga kerajaan Persia juga membentuk aliansi dagang dengan pemerintah Cina di Asia Tengah dengan di fasilitasi oleh pedagang dari India yang bermukim di dekat Sungai Gangga yang mempunyai peranan penting dalam perdagangan sutra antara pemerintah Cina dan Persia.

Para pedagang sutra dari India membawa hasil komoditas sutra dari Cina dan menjual di sekitar laut mediterania sampai daerah Persia pada awal abad ke-3 Masehi.

Penjualan komoditas sutra sangat menguntungkan pedagang India karena bahan dari sutra bernilai tinggi dan menguntungkan dan bisa di barter dengan emas, perak, manik-manik, kuda, unta, dll

Sehingga komoditas impor sutra dari Cina membuat bangsa Persia mengendalikan komoditas tersebut dibawah kekaisaran Parthia atau dikenal dengan kekaisaran Arsakid dimana komoditas sutra membuat bangsa India lebih makmur dengan menjual kembali barang-barang dari negara Cina itu.

Perdagangan sutra yang dikendalikan oleh kekaisaran Parthia mampu memberikan kemakmuran dengan penjualan yang di fasilitasi oleh pedagang dari India tersebut menaikkan ekonomi bangsa Persia.

Dimana mata uang giok, batu mulia, emas, perak, gerabah dari persia, kuda, unta, budak dan sutra menjadi barang barter yang berharga di waktu itu.

Mata Uang yang Digunakan untuk Pembelian Komoditas Sutra

  1. Mata uang bangsa China pada zaman itu adalah Giok..
  2. Mata uang bangsa Persia pada zaman itu adalah Drachma (perak) dan Dinar (emas).
  3. Mata uang bangsa Romawi pada zaman itu adalah Sestertius.
  4. Mata uang bansa Arab pada zaman itu adalah Dinar(emas).
  5. Mata uang bangsa India pada zaman itu adalah Permata atau batu mulia.

* Catatan:
Namun banyak juga pedagang yang menggunakan metode barter dimana sutra di tukar dengan unta atau kuda atau juga barang lain selain mata uang.

Sumber:

Wikipedia
Peradabankuno

Related Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel