Peradaban Cina Kuno Pada Masa Awal Dinasti dan Kerajaan

Peradaban Cina Kuno Pada Masa Awal Dinasti dan Kerajaan


Setelah mengalami masa purba yaitu zaman neolitikum dan paleolitikum bangsa Cina mulai belajar mengenal tulisan dan masa ini disebut dengan peradaban cina kuno ditandai dengan perubahan zaman, teknologi, budaya, ilmu pengetahuan, ekonomi, perdagangan, bercocok tanam, dll

Sejarah Peradaban Cina Kuno Awal dan Menengah

Pada awal peradaban Cina kuno lahir dari peradaban sungai Kuning dimana dari lembah sungai Kuning muncul peradaban manusia yang mengubah zaman menjadi zaman peradaban baru yaitu zaman dimana manusia mengenal tulisan dan belajar bersosialisasi dengan alam dan lingkungan manusia itu sendiri.

Latar Belakang Peradaban Kuno Cina

Cina merupakan negara tertua di dunia yang mempunyai riwayat peradaban kuno yang terkenal di dunia dimana keberadaan kerajaan dan dinasti pada masa lampau mempunyai peranan yang besar dalam pembentukan sejarah awal peradaban kuno di negara tersebut.

Dimulai pada zaman neolitikum sekitar 5000 SM manusia pertama di Cina memulai peradaban dimana pada zaman dahulu keberadaan sungai sangat berpengaruh kepada peradaban bangsa Cina kuno.

Sejarah peradaban cina kuno juga ditandai awal dengan bersatunya suku-suku bangsa yang membentuk dinasti atau kerajaan pertama yang bernama dinasti Xia (Hanzi) sekitar abad 2000 sebelum masehi.


Peradaban Awal Cina di Lembah Sungai Kuning

Peradaban Cina pada awal diketahui saat terjadi antara zaman neolitikum dan sesudah zaman neolitikum atau dikenal dengan zaman perunggu.

Zaman perunggu Cina pada masa awal, penduduk Cina sudah mengenal berbagai peralatan untuk bercocok tanam dan untuk membuat peralatan perkakas dari logam.

Masa Paleolitikum Cina Purba

Sejarah manusia pertama yang menghuni daratan Cina adalah homo erectus dan mendiami lebih jutaan tahun yang lalu sebelum masehi.

Dikutip dari wikipedia, manusia purba Cina menggunakan peralatan batu untuk alat senjata dan perburuan mereka.

Peralatam tersebut ditemukan di Xiaochangliang dimana peralatan tersebut telah berumur 1,36 juta tahun.

Situs arkeologi Xihoudu di provinsi Shanxi menunjukkan catatan paling awal penggunaan api oleh Homo erectus, yang berumur 1,27 juta tahun yang lalu.

Ekskavasi di Yuanmou dan Lantian menunjukkan permukiman yang lebih lampau.

Spesimen Homo erectus paling terkenal yang ditemukan di Tiongkok adalah Manusia Peking yang ditemukan pada tahun 1965.

Tiga pecahan tembikar yang berasal dari 16500 SM dan 19000 SM ditemukan di Gua Liyuzui di Liuzhou, provinsi Guang.

Masa Neolitikum Cina Purba

Zaman purba Cina atau dikenal dengan zaman prasejarah Cina masyarakat Cina purba mencukupi kehidupan sehari-hari untuk makan dan hidup dengan cara berburu hewan.

Pada zaman neolitikum manusia purba Cina sering berpindah-pindah tempat (nomaden) dan berburu ke hutan di sekitar sungai kuning.

Menurut data wikipedia zaman neolitikum Cina berkisar pada tahun 5000 SM ditemukan data dari arkeologi setempat hasil penemuan di Damadi Ningxia.

Ditemukan 3.172 lukisan gua berasal dari tahun 6000-5000 SM yang mirip dengan karakter-karakter awal yang diketahui sebagai aksara kuno Cina.

Kebudayaan Yangshao yang muncul belakangan dilanjutkan dengan kebudayaan Longshan pada sekitar 2500 SM.

Sehingga zaman neolitikum di Cina berawal dari kegiatan berburu dan hidup di gua-gua sekitar lembah sungai kuning.

Zaman neolitikum Cina ditandai dengan hasil buruan dan mengumpulkan buruan hewan di hutan dan kemudian membersihkan hasil buruan tersebut di tepi sungai kuning.

Hasil buruan binatang seperti kijang, domba, unggas dan burung merupakan makanan yang enak untuk di konsumsi oleh suku purba kuno.

Kemudian suku bangsa Cina mulai mengakhiri masa nomaden di Lembah Sungai Kuning dan memilih tinggal dan belajar bercocok tanam karena daerah tersebut kaya akan keanekaragaman hayati.

Lembah tersebut sangat subur dan cocok untuk pertanian, perikanan dan peternakan sehingga setelah Zaman neolitikum manusia Cina purba mulai belajar bercocok tanam dan berdiam di sekitar lembah sungai Kuning.

Suku purba kuno mulai hidup berdampingan dan bersosialisasi antar suku-suku bangsa lainnya, mereka belajar membuat tembikar dari tanah liat yang melimpah di sekitar pesisir lembah sungai kuning setelah banjir mereda.

Tumpukan berton-ton lumpur material di sepanjang sungai kuning dimanfaatkan penduduk cina purba untuk membuat tembikar dan peralatan memasak yang terbuat dari tanah liat yang berasal dari material sungai di lembah kuning.

Sungai kuning atau Hwang Ho pada Zaman dahulu terkenal dengan sebutan sungai yang membawa material lumpur yang berwarna kuning bersumber dari pegunungan Kwan Lun di daerah Tibet dan bermuara di teluk Tsii-Li sampai ke lautan Kuning.

Masa Setelah Zaman Neolitikum di Cina

Zaman sesudah neolitikum di Cina dikenal dengan zaman perunggu, sebenarnya terjadi setelah masa dinasti Qin 221 sebelum masehi.

Namun masyarakat Cina kuno pada masa dinasti Xia sudah mengenal peralatan sederhana dari bahan logam seperti:

1. Pisau
2. Cangkul
3. Pedang
4. Tombak
5. Dll

Setelah zaman purba di Cina berakhir, manusia era dinasti dimulai dan ditandai dengan adanya hubungan sosial dan politik dalam mengatasi banjir yang meluap dan merusak hasil pertanian dan pemukiman penduduk di Cina.

Zaman setelah neolitikum dikenal dengan nama zaman logam dimana masyarakat Cina kuno sudah mengenal cara bercocok tanam dan mengenal peralatan untuk membuat perkakas dari bahan logam.

Suku bangsa tersebut mulai berpikir cara membuat tanggul agar pemukiman kuno dan ladang pertanian mereka tidak rusak dan hancur oleh terjangan air bah banjir yang setiap waktu datang.

Air bah banjir yang meluap di sungai kuning disebabkan oleh pencairan es saat musim panas tiba di sebelah utara pegunungan tibet yang tertutup salju dan karena hujan yang deras mengguyur hampir setiap hari merupakan tanda waspada banjir bagi penduduk yang tinggal di sekitar lembah sungai kuning.

Sehingga kejadian setelah banjir merupakan suatu berkah bagi suku setempat dimana material yang kaya bahan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan di lembah sungai kuning menjadi berharga untuk ladang dan sawah mereka.

Karena material yang hanyut terbawa oleh derasnya sungai kuning membawa material berharga dalam menyuburkan tanah pertanian.


Lembah Sungai Kuning Peradaban Awal Bangsa Cina

Orang Cina kuno lahir dari lembah sungai kuning yang membawa manusia Cina belajar mengenal dunia dan belajar bertahan hidup dari kerasnya alam zaman dahulu.

Lokasi peradaban Cina kuno

Lokasi lembah sungai kuning terletak pada batas hulu sungai dari pegunungan Kwan Lun di Tibet sampai daerah rendah yang membentuk suatu lembah subur dan tempat tersebut merupakan cikal bakal pertumbuhan dan permulaan peradaban manusia.

Sungai mempunyai pengaruh besar dalam membentuk peradaban manusia dimana segala macam aktifitas dan kehidupan memerlukan air sebagai tempat untuk hidup dan berkembang.

Peradaban bangsa Cina di mulai pertama di lembah sungai kuning atau dikenal dengan nama Hwang Ho pada Zaman dahulu.Nama sungai kuning sekarang berubah nama menjadi Hwang He.

Hulu Sungai Kuning

Terdapat 16 hulu sungai atau sumber yang menyuplai air yang mengalir ke sungai kuning yaitu sungai:

1. Qingshui
2. Huang Shui
3. Daxia
4. Tao
5. Zuli
6. Dahei
7. Kuye
8. Wuding
9. Fen
10. Wei
11. Luo
12. Kuo
13. Qin
14. Dawen
15. Sungai Hitam
16. Sungai Putih

    Letak Astronomis peradaban lembah sungai kuning

    Panjang sungai kuning sekitar 3.472 km dan masuk kedalam sepuluh sungai terbesar dan terpanjang di dunia dengan letak astronomis sungai kuning yaitu: BU: 34 derajat 29' 31.1" dan BT: 96 derajat 20'24,6".

    Letak Geografis peradaban lembah sungai kuning

    Menurut ahli sejarah letak geografis lembah sungai kuning dibagi menjadi 3 lokasi peradaban seperti:

    1. Lembah Sungai Hwang Ho
    2. Lembah Sungai Yang Tse
    3. Daerah Yunan Cina Selatan

      Bangsa Pendukung dan Peninggalan Kebudayaan Cina Kuno

      Dengan cepatnya kemajuan dalam bidang pengetahuan dan teknologi pada masa itu membuat bangsa Cina kuno cepat berkembang dan menguasai bidang seperti:

      a. Ilmu bercocok tanam,
      b. Ilmu membuat tanggul
      c. Teknologi dalam membuat alat perkakas dari logam

        Hal diatas mendorong suku bangsa Cina kuno untuk membentuk suatu perkampungan kecil dan kemudian menjadi cikal bakal kerajaan pertama di Cina yang disebut dengan Dinasti Xia.

        Menurut ahli bahwa sejarah lembah sungai kuning yang subur pada zaman dahulu didiami oleh beberapa suku dan membentuk aliansi serta persekutuan dan akhirnya mendirikan sebuah negara dengan nama Dinasti Xia.

        Dinasti Xia adalah dinasti pertama Cina yang didirikan oleh suku Xia yang bernama Yu dimana suku Xia membantu suku-suku lainnya dalam mengatasi banjir bandang yang meluap pada sungai kuning, sehingga Yu dipercaya oleh persekutuan suku sebagai orang yang layak menjadi pemimpin.

        Hasil Peradaban Awal Cina Kuno

        Dari dinasti Xia peradaban manusia kuno Cina mendorong bangsa Cina kuno membentuk suatu peradaban baru dimana mereka belajar mengatasi masalah hidup seperti:

        a. Belajar berpolitik dan bersosialisasi antar suku bangsa lain dan membentuk persekutuan bangsa
        b. Belajar membuat alat perkakas, seperti pisau, periuk, tombak
        c. Mengatasi banjir dengan membuat tanggul
        d. Belajar bercocok tanam
        e. Membuat rumah semi permanen
        f. Dll


          Pada masa awal dinasti Xia penduduk Cina kuno sudah mengenal berbagai macam logam, mulai tembaga, emas, perunggu.

          Zaman perunggu pertama terjadi saat memasuki zaman perunggu dan perunggu pertama digunakan pada masa zaman dinasti Qin.

          Hasil Pertanian Penduduk Cina Kuno

          Penduduk Cina kuno mulai belajar membudidayakan dan bercocok tanam gandum, jagung, padi, teh, bawang merah dan putih.

          Bangsa Cina kuno lebih tertarik untuk bercocok tanam padi karena lebih mudah dilakukan dan menjadi bahan pokok makanan utama yang menjadi beras sebagai makanan sehari-hari masyarakat Cina kuno.

          Dengan melimpahnya hasil sumber daya alam seperti besi, timah, emas, tembaga membuat dinasti baru pada era kebudayaan awal cina kuno mengenal logam.

          Mereka mulai belajar cara membuat alat untuk memudahkan mereka dalam bercocok tanam dan membuat perkakas dari logam.

          Bejana dari logam tembaga juga dibuat penduduk pada masa dinasti kerajaan Cina kuno untuk keperluan memasak.

          Periuk dari timah juga ditemukan oleh penduduk Cina kuno dalam membantu mereka memudahkan dalam kehidupan mereka pada zaman dahulu.

          Hasil pertanian mengalami kemajuan setelah penduduk Cina kuno mengetahui dan belajar bercocok tanam dengan menggunakan fertilizer atau pupuk dalam menggemburkan tanah persawahan mereka.

          Sistem drainase dan irigasi sudah diketahui dari awal zaman cina kuno sehingga hasil pertanian dapat meningkat dan hasilnya berlipat karena ilmu pengetahuan tentang pertanian mengalami kemajuan.

          Kebudayaan, Filsuf, Arsitektur dan Agama Cina kuno

          Bangsa Cina kuno masih memegang teguh kepercayaan animisme dan dinamisme.

          Kepercayaan mereka masih tergantung kepada roh dan nenek moyang mereka atau disebut leluhur mereka.

          Dikutip dari wikipedia bahwa bangsa Cina kuno pada waktu itu percaya pada banyak dewa, bangsa Cina kuno memuja dan menganggap dewa-dewa memiliki kekuatan alam sebagai pencipta alam dan pengendali serta pengatur alam semesta.

          Dunia digambarkan sebagai bidang segiempat dan di atasnya tertutup oleh langit yang terdiri dari sembilan lapisan.

          Di tengah-tengah dunia yang berbentuk segiempat terletak T'ienhsia, yaitu suatu daerah yang didiami oleh bangsa Cina.

          Daerah T'ienhsia merupakan daerah yang didiami oleh bangsa Barbar.

          Di luar daerah bangsa-bangsa Barbar terdapat daerah kosong dan menjadi tempat tinggal para hantu dan Dewi Pa, yang menguasai musim kemarau.

          Di sebelah timur dan selatan negara Cina ada empat lautan besar yang disebut Su-hai. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Cina pada saat itu di antaranya:

          1. Feng Pa (Dewa angin)
          2. Lei-Shih (Dewa Angin Topan)
          3. Tai-Shan (dewa yang menguasai bukit suci)
          4. Dll


            Masuknya filsafat di negara Cina Kuno menyebabkan pergantian masa menengah dari peralihan masa awal Cina Kuno

            Dalam segi filsafat masa peradaban cina kuno mengalami kemajuan setelah memasuki masa dinasti Chou dimana 3 ahli filsafat Cina lahir dan dibesarkan di sekitar lembah sungai kuning.

            Tiga filsuf besar Cina terkenal adalah:

            1. Lao Zi
            2. Kong Fu Zi
            3. Mengzi


              Laozi mengajarkan ajaran dengan nama Tao Te Ching (ajaran Tao), ajaran Tao mengajarkan manusia untuk semangat dalam menapaki kehidupan dan mengajarkan manusia menerima nasib hidup, menyelaraskan kehidupan (hidup harmoni) dengan alam semesta dan kehidupan kekal abadi.

              Kong Fu Zi mengajarkan ajaran dengan nama Kong Hu Chu, ajaran tersebut mengajarkan seni berpikir dan sikap hidup yang harus dimiliki oleh seseorang dan keluarga. Raja harus bijaksana dan arif kepada rakyatnya.

              Mengzi merupakan murid dari Kong Fu Zi yang mengajarkan rakyat jelata yang penting untuk kehidupan bangsa dan negara.

              Dalam segi kebudayaan bangsa Cina kuno mulai mengenal dan melukis gambar dengan indah pada suatu kanvas.

              Pada masa dinasti Han seni lukis berkembang sangat pesat dengan melukis dan menggores pena dan menghiasi lukisan istana kerajaan dengan hasil karya yang indah dan mengagumkan.

              Seni lukis keramik mengalami kemajuan pada masa dinasti Han, dimana lukisan penyu dan lukisan guci mengalami kemajuan sangat pesat dan mengawali masa menengah pada zaman dinasti dan kerajaan di Cina

              Seni bangunan (arsitektur) juga mengalami kemajuan sangat pesat dimana rakyat jelata menganggap raja sebagai titisan dan penjelmaan dewa, sehingga harus dibuatkan istana yang megah dan mewah pada zaman itu.

              Tembok Cina (great wall) dibangun pada masa dinasti Qin dimana Kasiar Qin Shi Huang memerintahkan rakyatnya untuk membendung dan menangkal serangan suku bar-bar dari Asia utara yang melakukan penjarahan dan perusakan pemukiman penduduk.


              Sistem Perekonomian dan Perdagangan Cina Kuno

              Perekonomian Cina kuno berkembang pesat dengan adanya pertukaran barang dan jasa antar penduduk setempat, pada masa awal peradaban manusia di Cina Purba masyarakat sering melakukan barter komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

              Hasil pertanian yang melimpah, produk perkakas dari logam untuk menunjang pertanian dan kemajuan teknologi pada masa itu, maka mendorong manusia Cina kuno untuk membuat mata uang pertama.

              Mata uang pertama Cina dikenalkan oleh dinasti Han yang terbuat dari tembaga sekitar tahun 202 SM.

              Penggunaan logam digunakan untuk membuat mata uang dan sebagai alat tukar resmi oleh penduduk Cina pada waktu itu.

              Mata uang kertas pertama Cina dikenalkan oleh dinasti Tang sekitar tahun 650 M sebagai alat tukar uang logam dan cek.

              Mata uang kertas dikenalkan oleh dinasti Tang sebagai alat tukar cek pertama di dunia sebagai pengganti alat tukar uang koin sebab menggunakan mata uang yang banyak sangat berat dan beresiko untuk dirampok jika dibawa untuk melakukan kegiatan bisnis keluar kota.

              Sehingga pada abad ke-6 Masehi dinasti Tang atau pada tahun 618-907 Masehi, mengenalkan mata uang kertas pertama sebagai pengganti sejumlah mata uang kuno Cina.

              Mata uang logam Cina yang digunakan di Indonesia semasa Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sailendra terdiri dari mata uang:
              Dinasti Tang, Dinasti Song, Dinasti Yuan, Dinasti Ming, Dinasti Qing


              Cina menggunakan sistem perekonomian sentral dimana diatur oleh kaisar dan bangsawan kerajaan dalam mengelola perekonomian Cina dan mulai meninggalkan barter sebagai alat tukar lama barang dan jasa.

              Pengaruh Perekonomian Cina Kuno Terhadap Dunia

              Pembukaan jalur sutra pertama oleh dinasti Han di kota Chang an, Cina membawa berkah kepada perekonomian penduduk kota Chang-an pada masa itu, dimana komoditas kain tenun sutra menjadi komoditi yang popular di negara Cina.

              Dunia barat terutama Persia, Romawi, India, Nusantara, Indochina terkena efek trend komoditas kain sutra yang dikenal halus dan mempunyai harga yang tinggi.

              Aksara Cina Kuno

              Pada awal zaman neolitikum bangsa Cina sudah mengenal aksara dimana ditemukan 3.172 lukisan gua berasal dari tahun 6000-5000 SM yang mirip dengan karakter-karakter awal yang diketahui sebagai aksara kuno Cina.

              Perkembangan Aksara 1

              Kemudian aksara tersebut berkembang menjadi piktograph yang diperkenalkan oleh dinasti Shang.

              Aksara Cina kuno mengikuti perkembangan dari karakter awal yang ditemukan di gua sejak zaman neolitikum dan disempurnakan menjadi ideograph atau berbentuk lambang benda pada zaman dinasti Shang.

              Perkembangan Aksara Kulit Penyu


              Pada awal penemuan aksara tersebut juga ditemukan pada kulit penyu dan tulang.

              Perkembangan aksara Cina disempurnakan lagi dan ditulis pada sebilah ruas bambu yang dirakit dan ditulis dari atas ke bawah pada zaman dinasti Chou.

              Perkembangan Aksara Kertas

              Perkembangan tulisan Cina mengalami beberapa perkembangan yang membuat tulisan tersebut menjadi sempurna dari warisan leluhur dan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.

              Tulisan Cina kuno mengalami kemajuan yang tertinggi sejak ditemukan kertas dan lem pertama pada masa dinasti Han 105 M.

              Pada masa itu dunia belum mengenal kertas dan lem yang digores dengan tulisan aksara dan bangsa Cina sudah mengenal tulisan tersebut.

              Kemudian teknik aksara tersebut lebih disempurnakan lagi dan dapat dicetak dengan cepat pada mesin cetak kuno yang ditemukan pada zaman dinasti Tang.

              Penemu mesin cetak pada masa dinasti Tang adalah Tsai Lun dimana dia mencetak kalender dan buku-buku sastra menjadi lebih rapi dan mudah disimpan di perpustakaan mini dalam kerajaan.

              Kalender Bangsa Cina Kuno

              Bangsa Cina kuno sudah mengenal kalender penanggalan yang membagi satu tahun menjadi 12 bulan dan membagi bulan menjadi 29 atau 30 hari.

              Kalender Cina kuno menggunakan perhitungan matahari dan bulan atau dikenal dengan kalender Imlek dimana dimulai sejak masa dinasti Xia saat dimulai untuk menghitung masa panen dan bercocok tanam atau musim tanam, sekitar 2000 SM.

              Penemuan kalender tersebut membuat penemuan lain yang berkaitan dengan Shio, Keberuntungan, Feng Shui dan Astrologi.

              Mengenai Shio bangsa Cina membagi 12 Shio yang mempunyai arti untuk keberuntungan usaha yang terdiri dari Shio:

              1. Tikus
              2. Kerbau
              3. Macan
              4. Kelinci
              5. Naga
              6. Ular
              7. Kuda
              8. Kambing
              9. Kera
              10. Ayam
              11. Anjing
              12. Babi

                Dikutip dari wikipedia:

                Kalender yang lengkap dikenalkan pada masa dinasti Zhou dimana kalender tersebut dilukis dan disempurnakan dengan menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama setiap tahun dimulai dekat dengan titik balik Matahari pada musim dingin pada tahun 841 SM.

                Peradaban tertua dan termaju pada zaman itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain didunia sebagai peradaban kuno yang termaju di seluruh dunia.

                Sehingga ada pepatah: belajarlah sampai ke negeri Cina.

                Sumber:

                Wikipedia
                Ridwan-Site
                Artikel Sejarah Kuno

                DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.