Dinasti Qin dan Pasukan Terakota

Sejarah kerajaan Qin



Dinasti Singkat dalam Perang Selama 200 Tahun

Asal Usul Dinasti Qin

Setelah masa perang berakhir pada masa dinasti Zhou dimana kerajaan pecah menjadi 40 negara bagian dan bersekutu menjadi 7 negara besar yang saling berperang.

Hasil akhir perang selama 200 tahun lebih itu kerajaan yang bertahan dan tersisa dengan kekuasaan terbesar dari kerajaan yang menang dalam pertempuran itu adalah kerajaan Qin.

Sehingga kerajaan Qin menjadi dinasti pengganti setelah kerajaan Zhou tumbang dan raja Qin Shi huangdi dari kerajaan Qin berhasil mempersatukan pecahan kerajaan Zhou yang terpecah selama kurang lebih 200 tahun.

Kerajaan Qin dipimpin dan didirikan oleh raja Qin Shi huangdi yang menyatukan kerajaan Zhou yang terpecah belah dari 40 kerajaan kecil-kecil dan kemudian berserikat menjadi 7 buah kerajaan terkuat dan perang berlangsung saling menjatuhkan dan mengalahkan satu sama lainnya.

Kerajaan Qin berhasil menyatukan 40 negara kecil menjadi negara satu kesatuan atau disebut Negara Kesatuan Kerajaan Qin (NKKQ) dan mendirikan kerajaan Qin pada tahun 221-206 SM.

Kerajaan Qin merupakan kerajaan terpendek dalam dinasti Cina kuno dimana memerintah dinasti dalam kurun waktu 16 tahun.

Silsilah atau Riwayat Keluarga Dinasti Qin

Dinasti Qin diperintah oleh oleh 2 generasi kerajaan yaitu

1. Kaisar Qin Shi huangdi
2. Kaisar Er Shi huangdi

Lokasi Dinasti Qin

Lokasi dinasti Qin terdapat di sebelah barat wilayah kerajaan Zhou atau tepatnya diapit oleh sungai Wei dan sungai Han dimana pecahan sungai tersebut masih dalam daerah lembah sungai Kuning.

Lokasi dinasti Qin terdapat di provinsi Shanxi, Cina yang dulu daerah tersebut merupakan daerah yang subur karena diapit oleh kedua sungai besar seperti sungai Wei dan Han.

Peta kekuasaan dinasti Qin 260 SM
Peta Kekuasaan Dinasti Qin

Letak Geografi Dinasti Qin

Secara geografi wilayah dinasti Qin berada di Lembah Sungai Kuning dengan batas wilayah sebagai berikut:

Batas wilayah kerajaan Zhou
1. Sebelah timur : Liaoning
2. Sebelah barat : Shaanxi
3. Sebelah selatan : Chongqing
4. Sebelah utara : Hebei
Ibukota baru dinasti Qin ada di kota Xianyang


Raja Terkejam Dalam Dinasti Cina Tapi Sukses Membuat Karya Besar


Raja Pertama Dinasti Qin

Raja pertama yang memerintah dinasti Qin adalah Qin Shi huangdi dimana raja tersebut memerintah dengan kejam namun memberikan kemajuan pada dinasti Qin.

Cara Raja Menangani Sistem Politik dalam Dinasti Qin

Sistem politik selama 16 tahun pemerintahan dinasti Qin terjadi pemberontakan dan gejolak hampir diseluruh negara bagian Cina yang telah dikalahkan oleh raja Qin.

Lalu daerah-daerah yang dulu masih bekas dari kerajaan Zhou dimana masih setia dengan raja memilih memberontak dengan gerakan underground dimana keluarga bangsawan yang tidak suka dengan pemerintahan baru dinasti Qin melanjutkan gerilya di bawah tanah.

Daerah-daerah yang baru disatukan oleh dinasti Qin banyak yang menolak aturan baru tentang pemerintahan seperti dikutip dari icssg bahwa  Kaisar Qin Shi huangdi merupakan seorang tiran yang kejam.

Salah satu kekejaman yang dilakukannya adalah dengan membakar buku-buku karya para ahli filsafat pada zaman sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kritik terhadap pemerintahannya. Para sarjana yang menolak untuk menyerahkan kitab-kitab tersebut menjalani hukuman dikubur hidup-hidup.


Pembakaran Buku dan Karya Sastra Dinasti Qin

Sedang buku yang tidak dibakar atau dimusnahkan adalah buku dan karya sastra seperti
a. Buku pertanian dari Nong Jia
b. Buku seni berperang dari Bing Jia
c. Buku pengobatan
d. Buku ramalan
e. Buku filsafat dari Ru Jia

    * Catatan

    Hanya buku Ru Jia sebagian yang dibakar dan dimusnahkan karena banyak mengkritik dan mempengaruhi pola pikir masyarakat Cina waktu zaman kaisar Qin Shi huangdi.

    Kekejaman dinasti Qin tidak bertahan lama, dan hanya berlangsung selama dua generasi, sehingga raja Qin Shi huangdi termasuk kaisar terkejam dalam sejarah Cina Kuno namun menorehkan karya yang besar dalam sejarah Cina kuno.

    Kaisar Zheng atau Qin Shi huangdi wafat pada tahun 210 SM saat sedang dalam perjalanan pulang dari acara blusukan dan memantau wilayah-wilayah yang baru ditaklukkan.

    Sepeninggal kaisar Qin Shi huangdi yang menjadi raja pengganti adalah pangeran putera pertama kaisar yang bernama Fu Su.

    Akan tetapi Li Si, penasehat kaisar memalsukan surat perintah yang isinya memerintahkan agar Fu Su melakukan bunuh diri dan kemudian yang naik tahta adalah Hu Hau yang bergelar Er Shi huangdi (kaisar kedua dinasti Qin).

    Penamaan gelar kaisar pertama kali terdapat pada dinasti Qin dimana sebelum dinasti Qin berdiri raja adalah pemimpin negara dan pemerintahan sedangkan kaisar adalah pengganti nama raja dan berlangsung sampai dinasti terakhir Cina pada dinasti Qing.

    Penindasan Oleh Kaisar Er Shi Huangdi

    Pada zaman kekuasaan kedua dinasti Qin yang dipimpin oleh Er Shi huangdi terjadi penindasan besar-besaran pada rakyat dimana pajak dinaikkan dan penduduk diwajibkan membangun benteng atau tembok Cina tanpa di upah dan terkadang penduduk yang meninggal dikubur sebagai pondasi benteng tembok Cina.

    Para petani yang telah menderita hidupnya di bawah Dinasti Qin melakukan pemberontakan, dimana pemberontakan-pemberontakan ini kemudian semakin meluas bagaikan cendawan di musim hujan.

    Ahli Sejarah terkenal pada zaman Dinasti Han, Tong Zhongshu menyebutkan mengenai zaman sengsara yang terjadi pada zaman dinasti Qin dimana tertulis dalam tulisan bambu yang bertuliskan

    Orang miskin sering memakai pakaian lembu dan kuda serta makan makanan anjing dan babi.


    Sistem Pemerintahan Ketatanegaraan Awal Dinasti Han

    Pembagian wilayah seperti desa, kecamatan dan provinsi pertama kali dilakukan pada masa dinasti Qin dimana setelah raja atau kaisar yang menang pada umumnya wilayah dibagikan kepada sanak, family dan kerabat yang membantu kaisar selama berperang.

    Sistem Feudal Diganti

    Namun pada masa dinasti Qin sistem lama feudal diganti dengan sistem pemerintahan ketatanegaraan.

    Sistem pemerintahan ketatanegaraan pertama di Cina dimulai sejak zaman dinasti Qin mengganti sistem pemerintahan yang feudal sekitar 222 SM.

    Agar menjadi adipati dan bangsawan kerajaan harus sekolah dulu dan lulus dengan ujian negara yang baik.

    Buku-buku yang kadaluarsa diperbaharui dan ditulis ulang dengan bahasa mandarin baru dimana buku lama yang bertentangan dengan visi dan misi kaisar harus dibakar dan kaum sastrawan terpelajar yang tidak mau menyerahkan buku yang melanggar perintah raja harus dikubur hidup-hidup.

    Pada zaman tersebut merupakan masa dimana terjadi perombakan besar-besaran terhadap buku pelajaran, tulisan mandarin terbaru dan perubahan kurikulum belajar bagi kaum terpelajar di era dinasti Qin.

    Pembagian Wilayah Administrasi Dinasti Qin

    Dinasti Qin merubah administrasi pemerintahan dimana pemerintah pusat dapat mengatur daerah-daerah untuk memajukan kerajaan Qin.

    Untuk memudahkan administrasi pemerintahan, kaisar Qin Shuihandi membagi negerinya menjadi 36 provinsi, yang dihubungkan oleh jalan raya dengan total panjang sebesar 7500 km, dimana prestasi ini jauh melebihi kekuasaan bangsa Romawi dalam membangun jalan raya.



    Militer Dinasti Qin


    Pada zaman dinasti Qin militer terbesar negara Cina ada di kekuasaan dinasti Qin dimana terdapat sekitar 50.000 pasukan yang setia pada pemerintahan.

    Pasukan kebanyakan terpusat di kota Xianyang dan selebihnya terpusat di 36 daerah administrasi baru.

    Jumlah Penduduk Total Cina Sewaktu Dinasti Qin

    Jumlah penduduk total Cina sewaktu dinasti Qin berkuasa tidak lebih dari 500.000 orang karena perang berkepanjangan selama lebih dari 200 tahun membuat jumlah penduduk menjadi merosot tajam.

    Ditambah lagi faktor wabah penyakit dan kelaparan yang melanda dimana-mana karena negara masing-masing hanya fokus memikirkan pertahanan dan kekuatan agar tidak kalah dengan negara lain.


    Zaman Keemasan Dinasti Qin


    Periode Awal Kemajuan Dinasti Qin


    Periode yang singkat hanya 16 tahun dalam dinasti Qin dan hanya diperintah oleh 2 generasi kaisar dimana dalam waktu yang singkat itu dinasti Qin telah menorehkan rekor dunia dalam bidang seperti

    a. Pembuatan tembok Cina untuk pertahanan pertama sejauh kurang dari 3000 km
    b. Standarisasi tulisan mandarin baru
    c. Sistem ketatanegaraan pertama di Cina yang membagi wilayah desa, kabupaten, provinsi dan negara dalam satu kesatuan wilayah
    d. Ajaran Konghucu dan Taoisme mengalami peningkatan pemeluk
    e. Dibuat jalan raya sejauh kurang dari 7500 km yang menghubungkan 36 provinsi dan administrasi baru di dalam dinasti Qin
    f. Menghapus gelar bangsawan secara hak waris, hanya orang yang berjasa dalam perang yang dapat gelar bangsawan, anak cucu tidak dapat mewarisi
    g. Melarang terciptanya keluarga besar, dimana dalam satu keluarga terdiri satu kepala keluarga dan memisah anak yang sudah dewasa yang sudah menikah menjadi kepala keluarga lain
    h. Dibentuk undang-undang dan hukum yang mengatur, jika keluarga kerajaan, adipati, kasim maupun rakyat yang salah harus dijatuhi hukuman tidak pandang bulu
    i. Pajak baru ditetapkan pada anggota keluarga yang baru
    Pangkat militer pertama diberikan sebagai upah jasa mereka yang berjuang selama masa perang pada masa dinasti Qin
    j. Jalan sutra mulai diperkenalkan kepada dunia namun tidak meluas seperti dinasti Han
    k. Mata uang perunggu mulai diperkenalkan namun hanya terbatas penggunaan
    l. Pasukan Terakota dibuat pada zaman dinasti ini


    Sistem Ekonomi dan Perdagangan Dinasti Qin

    Mata uang perunggu dinasti Qin dibuat pertama kali sebagai alat tukar pertama di negara Cina.

    Sebenarnya perunggu dibuat sebelum dinasti Qin tepatnya semenjak dinasti Shang, namun karena terpecah belah dalam waktu yang lama hampir dua ratus tahun, mata uang perunggu tidak berlaku di daerah lain karena kerajaan pada zaman dahulu masih menggunakan cara barter yang lebih menguntungkan.

    Pada masa dinasti Qin mata uang pertama perunggu yang berbentuk koin diperkenalkan pada masa dinasti ini. namun penggunaan mata uang tersebut tidak menyeluruh dan digunakan dalam jumlah terbatas.

    Sistem ekonomi dan perdagangan mengalami penurunan karena biaya perang dan pembuatan tembok besar Cina membuat perekonomian pada masa dinasti Qin mengalami banyak gejolak inflasi.

    Dimana harga pangan dan makanan menjadi semakin mahal walaupun surplus padi terjadi namun mengganti biaya perang dan menggaji upah untuk adipati, kasim yang duduk di kabupaten, provinsi dan desa membutuhkan biaya yang besar.

    Sehingga perekonomian pada zaman dinasti Qin mengalami inflasi ekonomi.

    Agama Tao Berkembang Pesat

    Ajaran Tao berkembang pesat pada zaman dinasti Qin dimana ajaran tersebut mempengaruhi pola hidup dan moral penduduk.

    Agama dan kepercayaan itu merupakan suatu pegangan dan landasan hidup bangsa Cina waktu zaman dahulu dimana ajaran Taoisme, Kong hu chu banyak dipegang sebagai pedoman hidup bangsa Cina kuno.

    Teknologi pada Masa Dinasti Qin

    Tembok besar Cina mulai dibangun pada masa awal pemerintahan kaisar Qin Shi huangdi dimana serangan bangsa bar-bar dari arah utara yang merusak dan menjarah penduduk kerajaan Qin dan dibangun dengan rancangan setinggi 15-20 meter dan membentengi pegunungan di daerah kekuasaan kerajaan.

    Pembangunan tembok besar itu juga menimbulkan banyak korban jiwa. Hal ini terjadi karena luasnya alam dan minimnya prasarana pada masa itu, sehingga tembok Cina digunakan untuk menjaga kekuasaan dinasti Qin dari serangan bangsa asing atau dikenal dengan suku bar-bar.

    Dalam pembangunan tembok Cina karena tidak ada waktu untuk mengubur orang yang meninggal, maka mayat-mayat tersebut juga ikut dimasukkan ke dalam tembok besar tersebut sebagai pengisi material benteng atau tembok Cina.

    Hal ini yang mengakibatkan rakyat Cina pada masa dinasti Qin banyak yang tidak suka dengan gaya kepemimpinan baru dinasti ini.

    Penemuan Kain Sutra Pertama di Dunia Pada Zaman Dinasti Qin

    Kain sutra ditemukan pada zaman dinasti Qin pada mulanya kain sutra ditemukan secara tidak sengaja oleh permaisuri kerajaan Leizu yang seringkali melihat kepompong di pohon mulberry.

    Tanpa sengaja permaisuri menjatuhkan kepompong ke dalam cangkir teh kepunyaanya dan memperhatikan isi dalam teh tersebut berubah menjadi helaian-helaian benang yang halus dan panjang.

    lukisan tenun sutra yang indah karya permaisuri leizu pada zaman dinasati qin
    Lukisan Kain Tenun Sutra Yang Ditemukan Permaisuri Leizu


    Lalu sang permaisuri menyuruh para dayang dan selir kerajaan untuk mengambil benang-benang dari kepompong ulat sutra dan disulam menjadi sebuah kain tenunan yang halus dan lembut juga sangat kuat daripada kapas.

    Pada waktu itu kebangkitan era kain sutra di Cina dan mengubah wajah Cina menjadi negara penghasil sutra pertama dan berkualitas.

    Dimana pembukaan jalan raya oleh dinasti Qin sejauh kurang dari 7500 km mengawali sejarah jalan sutra pertama di dunia.

    Hal tersebut mengawali zaman keemasan pakaian tenun dunia dan zaman dibukanya jalan sutra pertama di dunia.


    Budaya dan Ilmu Pengetahuan


    Standarisasi tulisan Cina menjadi lebih mudah ditulis dan diucapkan dalam 3000 huruf yang di ganti dimana teknik penggantian huruf itu mengacu pada standar huruf mandarin.

    Sehingga huruf modern mandarin berawal dari warisan budaya dinasti Qin sebagai peletak dan pengubah tulisan agar mudah dieja, ditulis dan dibaca.

    Pertanian dan Perkebunan pada Masa Dinasti Qin

    Sistem pertanian dan perkebunan mengalami banyak perombakan setelah diputuskan undang-undang baru dinasti Qin dimana pada satu sisi memberikan kemajuan dan di sisi lain memberikan kesengsaraan rakyat.

    Sebagai contoh undang-undang terbaru dinasti Qin yaitu

    1. Memberikan hadiah atas hasil pertanian kepada petani yang sukses dalam bercocok tanam dan menghukum mereka yang panennya berkurang.
    2. Jadi yang dirangsang adalah kompetisi produksi yang melimpah.
    3. Melaksanakan landreform secara global di seluruh wilayah dinasti Qin dimana rakyat yang membuka lahan diberikan hak milik atas lahan yang dibuka, sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat dan pendapatan rakyat bertambah.
    4. Upeti dan pajak setengah sampai dua pertiga diberikan kepada kerajaan dan daerah wilayah desa kabupaten, provinsi sebagai upah memerintah.

    Teknologi pertanian mengalami kemajuan pesat karena kerajaan Qin memberikan subsidi besar-besaran kepada masyarakat yang mau membuka lahan pertanian sendiri dan hak milik tanah bukan kepunyaan kerajaan namun pemilik sendiri.

    Namun pajak yang tinggi dan kegagalan panen membuat petani di hukum dan sebagian dipaksa kerja rodi tanpa dibayar untuk membuat tembok Cina, maka para petani banyak yang memberontak.

    Sejarah Mie Pertama di Cina Ditemukan pada Zaman Dinasti Qin

    Hasil pertanian yang maju saat itu adalah beras dimana kuota beras mengalami surplus dan mie pertama di Cina ditemukan pada masa dinasti Qin, dimana kerajaan memberikan kemudahan yang besar kepada rakyat untuk meningkatkan produksi makanan apapun.

    Namun sayang hasil pangan dan beras harus disetor ke pemerintah kerajaan sebesar dua pertiga dari hasil panen mereka untuk pajak atau upeti dari dinasti Qin, jika petani mengalami kegagalan panen dan tidak mau membayar pajak itu, maka hukuman kerja rodi untuk membangun tembok Cina dilakukan sebagai hukuman dari kerajaan.

    Rakyat Makan Mie dan Bangsawan Kerajaan Makan Daging

    Rakyat harus mencari alternatif lain dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan hidupnya, dari perut yang kosong dan hasil panen yang berkurang karena harus disetor ke pemerintah kerajaan, maka dari perut yang lapar ditemukan ide solusi untuk mencari alternatif makanan pengganti dari bahan makanan lain selain beras.

    Dengan meningkatnya teknologi pangan pada zaman itu, makanan mie banyak digandrungi oleh rakyat sebagai makanan yang mengenyangkan pengganti beras dimana beras pada zaman itu harus disetor 2/3 ke kerajaan.

    Sehingga rakyat harus mencari alternatif makanan lain pengganti beras karena 1/3 hasil panen tidak mencukupi untuk makan keluarga mereka.

    Mie pertama ditemukan secara tidak sengaja pada adonan tepung dari sagu atau dari singkong yang dicampur dengan minyak nabati dan telur kemudian bahan-bahan itu dicampur dan dibuat adonan tepung yang lembek kemudian di tenun.

    Proses Pembuatan Mie Pada Zaman Dinasti Qin

    Mie pertama dibuat dari alat bambu dimana adonan tersebut sebenarnya mirip dengan sistem kerja alat tenun sutra.

    Lalu adonan dimasukkan kedalam bambu yang didesain seperti alat tenun sutra, kemudian diputar perlahan-lahan dan keluarlah benang-benang panjang dari bahan adonan tersebut.

    Adonan yang panjang-panjang seperti benang itu dikenal dengan nama Mie.

    Mie banyak disukai masyarakat Tionghoa pada zaman dahulu karena jenis makanan tersebut lain daripada lainnya dan mengenyangkan, selain itu penemuan rempah-rempah dan bahan minyak nabati untuk mie mulai ditemukan dan dari riset yang panjang sampai ratusan tahun ditemukan komposisi mie yang enak.

    Bangsawan dan Kasim Kerajaan Melirik Makanan Mie

    Sehingga para bangsawan kerajaan dan kasim mulai melirik makanan kelas proletar pada zaman dinasti Qin yang disebut makanan lembu dan kuda, karena seperti benang yang panjang-panjang, tapi mereka tertarik dan mulai merubah menu makan mereka.

    mie zaman dinasti qin
    Mie pertama di temukan di Cina


    Perubahan Nama Mie dan Perkembangan Teknologi Mie Setelah Zaman Dinasti Qin

    Setelah zaman dinasti Qin jenis mie tersebar di seluruh dunia dan jenis mie berkembang dengan nama yang berbeda-beda, seperti contoh:

    1. Mie telur, terbuat dari telur dan gandum
    2. Kwetiau, dibuat dari tepung beras dan air
    3. Sohun, terbuat dari sagu dan umbi-umbian seperti kacang hijau
    4. Bihun, terbuat dari sagu dan dicampur kaldu seperti kaldu ayam, sapi
    5. Misoa, terbuat dari tepung terigu dan berwarna putih lembut
    6. Mie Wonton, terbuat dari tepung gandum dan telur disebut juga Pangsit
    7. Lo mein, terbuat gandum yang dilempar saus kemudian di goreng
    8. Soba, terbuat dari gandum hitam yang dicampur kecap khusus
    9. Udon, terbuat dari tepung terigu dan garam kemudian direbus
    10. Ramen, terbuat dari terigu, telur dan garam



    Keruntuhan Dinasti Qin Dan Pembuatan Patung Terakota


    Masa Akhir Dinasti Qin


    Setelah dinasti Qin bersatu ternyata masih banyak pemberontakan dimana-mana yang disebabkan negara-negara kecil-kecil tersebut merasa tidak puas dibawah kekuasaan dinasti Qin.

    Pendirian dinasti Han disebabkan karena pemberontakan para petani kepada rajanya, tokoh petani tersebut adalah Liu Bang yang merupakan seorang petani yang memberontak dan kemudian melakukan menggulingkan dinasti Qin.

    Sebelumnya Liu Bang adalah seorang adipati dan menjabat sebagai petugas patroli di daerah Shanxi, Cina.

    Setelah menangkap para pemberontak dia bertanggung jawab untuk mengangkut sekelompok tahanan itu ke Gunung Li di Shaanxi sekarang untuk diadili.

    Dalam perjalanan itu, banyak tahanan melarikan diri. Takut karena akan dijatuhi hukuman karena pelarian tahanan, Liu Bang akhirnya melepaskan seluruh tahanan yang tersisa.

    Tahanan ini pada masa depan menjadi modal Liu Bang untuk bangkit mengobarkan revolusi perlawanan terhadap Dinasti Qin.

    Dalam sejarah Cina ada 2 orang petani yang menjadi Kaisar karena nasib dan trahnya berubah karena kehendak Yang Di Atas, petani tersebut adalah Liu Bang yang mendirikan dinasti Han pada tahun 206 SM dan petani lain yang menjadi kaisar adalah Zhu Yuanzhang yang mendirikan dinasti Ming pada tahun 1368 M.

    Setelah seluruh daerah mantan kerajaan Qin didominasi oleh pengaruh Xiang Yu atau panglima perang terakhir dinasti Qin yang memberontak dan didukung oleh kerajaan Chu bekas wilayah dari Qin di daerah timur negara Qin memberontak.

    Dimana raja Chu memberikan pasukan yang loyal kepadanya dibantu oleh pasukan Xiang Yu dan pasukan Liu Bang menggulingkan pemerintahan dinasti Qin.

    Munculnya Pasukan Terakota Pada Akhir Dinasti Qin


    Sejarah patung terakota pada zaman dinasti Qin

    Pada masa kaisar Qin Shi huangdi, membuat patung terakota sebagai lambang dari kekuasaan abadi dinasti Qin yang abadi selamanya.

    Dikutip dari abel trust bahwa pasukan atau Prajurit Terakota (Terracotta) adalah kumpulan koleksi dari 8.099 patung berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam dari kaisar Qin Shi huangdi.

    Tokoh prajurit itu ditemukan pada tahun 1974 dekat Xi'an, Propinsi Shaanxi. Terakota dibangun pada tahun 210 SM - 209 SM dan bertujuan untuk melindungi Kaisar Qin sesudah kematian Kaisar.

    Terakota Qin adalah karya terbaik seni pahat Tiongkok zaman kuno.

    Terakota Qin yang masuk dalam daftar warisan dunia sejak tahun 1987 ini terdiri dari 8.099 patung berbentuk prajurit dan kuda dengan ukuran sedikit lebih besar dari wujud tokoh aslinya.

    Tinggi rata-rata patung adalah 1,8 hingga 2 meter. Patung-patung ini dibuat 210-209 SM untuk menjaga makam Kaisar Cina Pertama, kaisar Qin Shi huangdi. Makam ini terletak sekitar 30 km di kaki Gunung Li Shan sebelah utara, Kota Xian, Provinsi Shaanxi, China.

    Menurut catatan sejarah, kaisar Qin Shi huangdi adalah kaisar yang memerintahkan pembangunan prasarana umum secara besar sekaligus memerintahkan pembangunan Tembok Besar China yang juga legendaris.

    Menariknya, pembangunan makam ini merupakan perintah dari kaisar Qin Shi huangdi sendiri setelah dia naik takhta pada 246 SM ketika dia masih berusia tiga belas tahun. Pembangunan makam berakhir 36 tahun kemudian.


    kuburan patung terakota
    Patung Terakota Pasukan Kaisar Shi huangdi di Akhirat

    Penemuan patung Terakota

    Kaisar Qin Shi huangdi sendiri wafat pada tahun 210 SM dan dimakamkan di dalamnya.

    Terakota yang menakjubkan ini ditemukan pada tahun 1974 oleh sekelompok petani Cina yang tengah mencoba mengebor sumur.

    Apa yang ditemukan kemudian sungguh menakjubkan, jumlah patung kuda dan prajurit yang jumlahnya ribuan ini memiliki raut wajah yang sangat hidup dan berlainan satu sama lain, termasuk raut wajah kuda.

    Uniknya kita akan dapat dapat membedakan setiap prajurit dan kuda dari yang lain dalam penampilan mereka yang unik, persenjataan dan berpakaian.

    Prajurit dan kuda ini disekat menjadi tiga bagian sesuai dengan posisi terakhir sang prajurit.

    1. Ruang pertama berisi pasukan aktif perwira,
    2. Ruang kedua pasukan cadangan
    3. Ruang ketiga berisi rumah-rumah elit 68 komandan dan perwira
    Semua wajah prajurit menghadap ke arah timur untuk melindungi Qin Shi Huang Di dari kemungkinan serangan musuh yang datang dari arah tersebut di akhirat.

    Bahan Pasukan Terakota

    Bahan-bahan pembuatan patung terakota ini berasal dari Gunung Lishan, dimana tanah lempung dan kapur semen banyak terdapat disana.

    Pembuatan patung tersebut dimulai sekitar 246 SM dan mempekerjakan kurang lebih ribuan orang petani dan pematung serta pemahat. Pengerjaan patung tersebut dilakukan selama hidup Kaisar Qin.

    Kaisar Qin secara khusus memerintahkan kepada pembuat patung terakota agar wajah patung-patung itu tidak boleh ada yang sama antara satu patung dan patung lainnya.

    Patung-patung tersebut dibuat dalam bermacam-macam pose dimana ada patung prajurit yang mengendarai kuda dan kereta, patung yang membawa tombak, patung yang membawa pedang dan ada patung kuda yang kokoh berdiri dengan dibawa oleh prajurit terakota.

    Sejarah Terakota terkubur oleh tanah selama ribuan tahun di sekitar kota Xi'an, Cina. Hal tersebut diketahui dengan adanya campuran peradaban di Asia Tengah dimana ada bahan-bahan dari tembikar lain yang juga ditemukan di sekitar patung Terakota.

    Metode Pembuatan Patung Terakota

    Teknik pembuatan patung sehebat ini pun menjadi tanda tanya, apalagi dibuat 2000 tahun silam. Keajaiban lainnya, ketiga ruang prajurit terakota ini hanya menempati 1% total luas makam.

    Bagian yang tak kalah menarik dari kompleks makam kaisar Qin Shi huangdi adalah lubang terakota. Lubang ini merupakan bangunan struktur tanah dan kayu yang menyerupai terowongan yang dalamnya 4 hingga 8 meter dari permukaan tanah.

    Di dalam lubang tersebut dibangun dinding yang dipasang seperti:

    a. Tiang kayu
    b. Belandar yang kokoh
    c. Penyangga atap
    d. Gelaran tikar

    Di dalam lubang terakota ini juga terdapat senjata perunggu menakjubkan yang dibuat dengan teknik cor, teknik yang luar biasa untuk ukuran peradaban kuno 2000 tahun silam.

    Keajaiban budaya dari kompleks makam kaisar Qin Shi huangdi ini menjadi simbol tingginya budaya Tiongkok kuno yang mampu bertahan hingga ribuan tahun setelahnya.

    Terakota merupakan saksi bisu dari kemaha besaran kerajaan Qin dimana raja harus tetap hidup selamanya dan memerintah di alam sana (alam akhirat) dimana jika tidak ada pasukan yang mengawal, maka raja tidak akan memerintah lagi.

    Pembuat seni patung dipilih dari seluruh negeri Qin pada zaman dahulu, selebihnya didatangkan dari luar negara Qin dimana tidak ada prajurit Terakota yang dibuat mirip wajahnya.

    Dengan adanya pasukan Terakota, kaisar Qin Shi huangdi dapat ditemani pasukan dan kerajaannya ke alam sana dan kerajaan Qin tetap hidup dan jaya selamanya.


    Sumber:

    Wikipedia
    Artikel Sejarah Cina Kuno

    Info Terkait

    Previous
    Next Post »