Dinasti Xia Kerajaan Pertama Cina

Dinasti Xia Kerajaan Pertama Cina


Pada masa dinasti Xia merupakan dinasti paling awal dan kuno dari peradaban cina kuno dimana pada zaman dinasti xia ini dulu pernah terjadi banjir besar yang mengakibatkan rakyat Cina harus bertahan hidup dan mendirikan tanggul agar bisa bertahan hidup.

Sejarah Dinasti Xia Pondasi Awal Dinasti Cina

Awal dinasti xia sebagai pondasi berasal dari ide pemikiran suku-suku di lembah sungai kuning yang sering berburu dan mulai mengenal cocok tanam, mulai belajar mendirikan rumah, mulai belajar memasak makanan, mulai mengenal padi sebagai tanaman untuk mengisi perut yang lapar, dll

Asal Usul Dinasti Xia

Sejarah Dinasti Xia Cina didirikan dan dibentuk pertama kali oleh perkumpulan atau persekutuan suku-suku primitif yang bergabung membentuk aliansi sekitar 2100 SM.

Pada jaman tersebut suku bangsa Cina Kuno sudah mengenal sistem bercocok tanam dan mendirikan rumah semipermanen dari alang-alang kering, kayu, tulang hewan dan bambu dalam mendirikan rumah.

Dinasti Xia adalah dinasti pertama Cina yang didirikan oleh suku Xia yang bernama Yu dimana suku Xia membantu suku-suku lainnya dalam mengatasi banjir bandang yang meluap pada sungai kuning, sehingga Yu dipercaya oleh persekutuan suku sebagai orang yang layak menjadi pemimpin.


Lokasi Dinasti Xia

Sejarah pendirian dinasti dan kerajaan pertama Cina berasal dari lembah sungai Kuning yang membentang dari Tibet ke Laut Tsi Li di Laut Cina Timur.

Dataran rendah atau lembah sungai kuning merupakan peradaban awal bangsa Cina kuno dimana lokasi tersebut yang kaya akan keanekaragaman hayati merupakan tempat hidup dan berkembang biak bangsa Cina kuno.


Letak Geografi Dinasti dan Kerajaan Xia

Letak geografi dinasti Xia terdapat di lembah Sungai Kuning dengan lokasi seperti di gambar di bawah ini.

Denah Lokasi Kerajaan Xia



Luas wilayah kerajaan Xia

Luas wilayah dinasti Xia seluas negara Korea Selatan atau kira-kira 100.210 km², mengenai batas wilayah kerajaan Xia diperkirakan diantara provinsi Cina dengan batas wilayah sebagai berikut:

Lokasi dinasti Xia di provinsi Shanxi, Cina Utara.

Batas wilayah kerajaan Xia dinasti pertama Cina kurang lebih 2000 SM
  1. Sebelah timur : Shandong
  2. Sebelah barat : Shaanxi
  3. Sebelah selatan : Anhui
  4. Sebelah utara :Hebei






Kaisar atau raja pertama Cina

Sebenarnya kaisar dimulai sejak berdirinya kerajaan Qin sedangkan pada zaman dinasti Xia yang mempunyai kekuasaan tertinggi dinasti adalah raja.

Raja pertama di kerajaan Xia adalah raja YU.

Jumlah penduduk kerajaan Xia

Diperkirakan penduduk Xia tidak kurang dari 5000 penduduk pada waktu itu dimana kerajaan Xia mempunyai sub suku-suku primitif yang banyak.

Seperti suku Gaotao, Xia, Shang, Dongyi, Youyanshi, dll


Sistem Sosial dan politik

Sistem perpolitikan pada waktu itu adalah perserikatan suku-suku yang mendiami lembah sungai kuning dengan kekuasaan tertinggi ditangan kepala suku atau raja.

Sehingga sistem politik adalah absolut ditangan raja dan bangsawan kerajaan disaat Yu menjadi raja dan Yu menjadi figur kepemimpinan yang handal dan mempersatukan suku-suku seperti:
  1. Suku Gaotao
  2. Suku Dongyi
  3. Suku Youyanshi
  4. Suku Xia
  5. Suku Shang

Sistem ekonomi

Pada zaman itu masyarakat belum mengenal dengan uang dan ekonomi yang dijalankan yaitu tukar menukar barang dalam istilah ekonomi disebut dengan sistem ekonomi barter.

Misalnya:

Orang A bekerja di ladang dan Orang B bekerja sebagai nelayan, maka agar tercukupi kebutuhan hidup maka A harus menukar sebagian hasil ladang yaitu beras kepada B yang mendapatkan ikan dan ditukar sebagian agar mereka berdua tercukupi kehidupan.

Sistem perdagangan

Belum mengenal sistem perdagangan dan hanya menggunakan sistem barter.


Agama

Agama dan budaya saat kerajaan Xia adalah menyembah roh leluhur, sebagian ada yang dinamisme dan animisme dan sebagian menyembah dewa-dewa.


Kebudayaan

Ditemukan kalender pertama kali di Cina pada tahun 2100 SM merupakan landasan kebudayaan Cina dalam mengenal tanggal dan bulan.

Namun kalender di Cina pada waktu itu digunakan hanya untuk menghitung masa panen dan masa tanam dalam bercocok tanam di ladang.

Kalender tersebut telah diurutkan 12 bulan dalam penanggalan dinasti Xia dimana dihitung masa terbit dan tenggelam bulan dan terkenal dengan penanggalan Imlek yang sekarang ini.


Teknologi

Pada masa teknologi masih sederhana, namun masyarakat kerajaan Xia sudah mengenal cara membuat tembikar dari tanah lempung yang berasal dari luapan lumpur berton-ton yang terbawa sungai Hwang Ho di sekitar Lembah Sungai Kuning.

Penduduk Xia ternyata sudah mengenal cara membuat logam sederhana sehingga bisa membuat cangkul, pedang, tombak namun masih sederhana dan belum tajam.

Kebanyakan peralatan logam digunakan penduduk Xia untuk keperluan bercocok tanam di ladang.

Dikutip dari Indonesian cri bahwa sejak tahun 1959, kalangan arkeologi Tiongkok mulai melakukan penyelidikan terhadap "patilasan Dinasti Xia" untuk mencoba menguak budaya dinasti tersebut.

Kini, sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa "Kebudayaan Erlitou" yang mendapat namanya dari patilasan Erlitou, Yanshi, Provinsi Henan Tiongkok Tengah merupakan sasaran utama penjajakan budaya Dinasti Xia.

Menurut hasil pengetesan, masa keberadaan petilasan budaya itu kira-kira 1.900 tahun sebelum Masehi termasuk dalam lingkup kronologi Dinasti Xia.

Walaupun sekarang masih belum ada cukup bukti langsung untuk memastikannya sebagai budaya Dinasti Xia, namun bahan arkeologi yang kaya hasil penyelidikan tersebut dengan kuat telah mendorong penjajakan budaya Dinasti Xia.

Alat-alat produksi yang tergali dari patilasan budaya Erlitou terutama adalah alat-alat dari batu, alat-alat dari tulang dan kulit kerang juga masih digunakan.

Di dasar sejumlah rumah, lubang abu dan dinding kubur terdapat bekas penggalian tanah dengan alat dari kayu.

Dengan menggunakan alat-alat yang masih primitif itu, rakyat pekerja pada waktu itu mengembangkan kerajinan dan kecerdasannya untuk menjinakkan sungai, menggarap tanah dan mengembangkan produksi.

Walaupun sampai sekarang masih belum ditemukan alat-alat perunggu yang besar di patilasan Dinasti Xia, namun di Patilasan Kebudayaan Erlitou terdapat alat-alat seperti pisau, tusuk, pahat serta senjata dan bejana dari perunggu.

Sementara itu ditemukan pula bekas tempat pengecoran perunggu dan digali sisa tembikar dan perunggu serta keping ketel pengecoran.

Selain itu, di Petilasan Kebudayaan Erlitou ditemukan pula banyak benda jade atau giok yang taraf seni pembuatannya cukup tinggi antara lain barang hiasan bertatahkan batu permata dan alat musik dari batu, menunjukkan teknik kerajinan tangan dan pembagian kerja intern telah mengalami kemajuan tertentu


Sistem pertahanan kerajaan Xia

Pertahanan dan keamanan kerajaan Xia ada di tangan setiap kepala suku dan pasukan yang terbanyak ada di dalam perkampungan kerajaan Xia.

Dimana pasukan tersebut menjaga raja dan keluarga raja serta bangsawan dari serangan suku lain yang melakukan teror.


Pertanian dan perkebunan

Penduduk Cina kuno mulai belajar membudidayakan dan bercocok tanam gandum, jagung, padi, teh, bawang merah dan putih.

Bangsa Cina kuno lebih tertarik untuk bercocok tanam padi karena lebih mudah dilakukan dan menjadi bahan pokok makanan utama yang menjadi beras sebagai makanan sehari-hari masyarakat Cina kuno.

Alasan kenapa penduduk Cina suka dengan padi daripada jagung atau ubi sebagai makanan pokok karbohidrat karena melimpahnya tanaman padi dan cukup mengenyangkan penduduk kerajaan Xia pada waktu itu.


Sejarah awal Padi sebagai makanan pokok

Pada awalnya padi tumbuh subur di tepi lembah sungai Kuning setelah banjir bandang selesai dimana membawa jutaan kubik material lumpur mengendap di tepi sungai Kuning.

Hal tersebut ternyata menumbuhkan spesies jenis rumput tertentu yang ternyata sekarang dikenal dengan nama tanaman padi dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup mereka.

Butiran padi dihinggapi ribuan burung setiap hari dan memancing suku primitif sebelum kerajaan Xia berdiri tepatnya jaman neolitikum Cina atau sekitar 2500 SM meniru cara burung untuk mengupas padi dan akhirnya butiran padi tersebut dikumpulkan dan dimakan oleh suku primitif tersebut dan ternyata padi itu makanan yang membuat perut mereka kenyang dan sampai sekarang menjadi makanan pokok orang Cina.

Sehingga penduduk primitif tersebut belajar bercocok tanam rumput yang dikenal dengan nama padi sebagai bahan baku yang mudah ditanam dan melimpah hasilnya.

Dari perut yang lapar dan perjuangan keras melawan kehidupan yang keras di masa itu timbu ide untuk membuat suatu barang yang bisa dimanfaatkan untuk merebus padi, sehingga tercipta ide membuat periuk dan tembikar dari tanah liat.

Ide membuat tembikar dan periuk dari tanah lempung sisa banjir di Sungai Kuning


Berawal dari banjir bandang yang membawa berkah, suku primitif itu melihat tumpukan lumpur dari sungai Kuning dan mereka manfaatkan untuk membuat periuk dan tembikar sebagai bahan memasak butiran padi yang mereka kumpulkan sebagai makanan yang tinggi karbohidrat dan mengenyangkan perut.

Ternyata nasi itu enak dan mengenyangkan.


Silsilah Keturunan Dinasti Xia

Dinasti Xia mempunyai 17 generasi raja dengan susunan sebagai berikut:
  1. Qi
  2. Tai Kang
  3. Zhong Kang
  4. Xiang
  5. Shao Kang
  6. Zhu
  7. Fen
  8. Huang
  9. Xie
  10. Bu Jiang
  11. Jiong
  12. Yin Jia
  13. Kong Ji
  14. Gao
  15. Fa
  16. Xia Jie atau Lu Gui


Runtuhnya Dinasti Xia


Raja terakhir Xia yang bernama Xia Jie atau nama terkenal Lu Gui merupakan raja yang terkejam yang selalu mengorbankan rakyatnya demi kesenangan dan hobinya.

Dimana Xia Jie mempunyai hobi berburu binatang dan suka juga berburu orang demi memuaskan hasrat hidupnya dan dia memandang dirinya sebagai raja yang tidak ada tandingannya.

Kebiasaan sering mengusik, menindas, meremehkan dan mencelakakan penduduknya sendiri, maka kekejaman raja Xia Jie dibalas oleh rakyat dan bangsawan Shang dari suku Shang.

Xia Jie adalah Raja terakhir dan raja terkejam dalam dinasti Xia dan keturunan ke-16 dinasti Xia


Tidak tahan melihat kelakuan raja Jie, maka bangsawan kerajaan Xia yang bernama Shang Cheng Tang atau nama panggilan Xie dari suku Shang memberontak.

Akhirnya raja Xia Jie dibunuh oleh Shang Cheng Tang dan akhirnya membentuk dinasti Shang karena dukungan sub suku-suku bekas kerajaan Xia dan dimulai tahun 1046 SM, berakhirlah sejarah wangsa atau dinasti Xia.

Dinasti Xia berkuasa sekitar 554 tahun dan kemudian digantikan dinasti Shang dan setelah Xia Jie terbunuh maka putus atau terhenti silsilah dinasti Xia.


Sumber:
  1. Wikipedia
  2. Artikel Sejarah Cina Kuno
DONASI LEWAT PAYPAL Mohon bantu berikan donasi apabila artikel ini memberikan manfaat. Donasi akan kami gunakan untuk pengembangan dan hidup yang lebih baik. Terima kasih.